Kamis, 07 November 2013
Ternyata Cara Minum Berdiri Berbahaya
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Sesungguhnya beliau melarang
seseorang minum sambil berdiri,
Qotadah berkata:”Bagaimana dengan
makan?” beliau menjawab: “Itu kebih
buruk lagi”. (HR. Muslim dan
Turmidzi)
Bersabda Nabi dari Abu
Hurairah,“Jangan kalian minum
sambil berdiri ! Apabila kalian lupa,
maka hendaknya ia
muntahkan !” (HR. Muslim)
Rahasia Medis Dr. Abdurrazzaq Al-
Kailani berkata: “Minum dan makan
sambil duduk, lebih sehat, lebih
selamat, dan lebih sopan, karena apa
yang diminum atau dimakan oleh
seseorang akan berjalan pada
dinding usus dengan perlahan dan
lembut. Adapun minum sambil
berdiri, maka ia akan menyebabkan
jatuhnya cairan dengan keras ke
dasar usus, menabraknya dengan
keras, jika hal ini terjadi berulang-
ulang dalam waktu lama maka akan
menyebabkan melar dan jatuhnya
usus, yang kemudian menyebabkan
pernah sekali minum sambil disfungsi
pencernaan.
Adapun Rasulullah berdiri, maka itu
dikarenakan ada sesuatu yang
menghalangi beliau untuk duduk,
seperti penuh sesaknya manusia
pada tempat-tempat suci, bukan
merupakan kebiasaan. Ingat hanya
sekali karena darurat! Begitu pula
makan sambil berjalan, sama sekali
tidak sehat, tidak sopan, tidak etis
dan tidak pernah dikenal dalam Islam
dan kaum muslimin.
Dr. brahim Al-Rawi melihat bahwa
manusia pada saat berdiri, ia dalam
keadaan tegang, organ keseimbangan
dalam pusat saraf sedang bekerja
keras, supaya mampu
mempertahankan semua otot pada
tubuhnya, sehingga bisa berdiri
stabil dan dengan sempurna. Ini
merupkan kerja yang sangat teliti
yang melibatkan semua susunan
syaraf dan otot secara bersamaan,
yang menjadikan manusia tidak bisa
mencapai ketenangan yang
merupakan syarat tepenting pada
saat makan dan minum. Ketenangan
ini bisa dihasilkan pada saat duduk,
dimana syaraf berada dalam keadaan
tenang dan tidak tegang, sehingga
sistem pencernaan dalam keadaan
siap untuk menerima makanan dan
minum dengan cara cepat.
Dr. Al-rawi menekankan bahwa
makanan dan minuman yang
disantap pada saat berdiri, bisa
berdampak pada refleksi saraf yang
dilakukan oleh reaksi saraf kelana
(saraf otak kesepuluh) yang banyak
tersebar pada lapisan endotel yang
mengelilingi usus. Refleksi ini apabila
terjadi secara keras dan tiba-tiba,
bisa menyebabkan tidak berfungsinya
saraf (Vagal Inhibition) yang parah,
untuk menghantarkan detak
mematikan bagi jantung, sehingga
menyebabkan pingsan atau mati
mendadak. Begitu pula makan dan
minum berdiri secara terus –menerus
terbilang membahayakan dinding
usus dan memungkinkan terjadinya
luka pada lambung. Para dokter
melihat bahwa luka pada lambung
95% terjadi pada tempat-tempat
yang biasa bebenturan dengan
makanan atau minuman yang masuk.
Air yang masuk dengan cara duduk
akan disaring oleh spinchter.
Spinchter adalah suatu struktur
maskuler (berotot) yang bisa
membuka (sehingga air kemih bisa
lewat) dan menutup. Setiap air yang
kita minum akan disalurkan pada
‘pos-pos’ penyaringan yang berada di
ginjal.
Spinchter lebih seperti gate/gerbang/
seal windpipe yg berkontraksi,
(menutup)dan relaxing(membuka) dan
jumlah otot ini ada sekitar 50 otot
tersebar di berbagai saluran lubang
manusia.Berfungsi sebagai otot yg
membuka dan menutup, sekresi,
controlling substance in & out,
semua sesuai fitrah manusia.
Contoh, ketika minum, di sphincter di
tenggorokan akan menutup agar tidak
masuk ke saluran udara dan paru2.
saat menerima fluid yg asam akan
menutup hingga tidak berlebihan
acid dalam lambung, ketika saluran
kemih penuh, sphincter membuka
sehingga bisa keluar urin,dll.
Nah… Jika kita minum berdiri air
yang kita minum tanpa disaring lagi.
Langsung menuju kandung kemih.
Ketika langsung menuju kandung
kemih, maka terjadi pengendapan
disaluran ureter . Karena banyak
limbah-limbah yang menyisa di
ureter. Inilah yang bisa menyebabkan
penyakit kristal ginjal. Salah satu
penyakit ginjal yang berbahaya.
Susah kencing itu penyebabnya.
Sebagaimana kondisi keseimbangan
pada saat berdiri disertai pengerutan
otot pada tenggorokan yang
menghalangi jalannya makanan ke
usus secara mudah, dan terkadang
menyebabkan rasa sakit yang sangat
yang mengganggu fungsi pencernaan,
dan seseorang bisa kehilangan rasa
nyaman saat makan dan minum.
Oleh karena itu marilah kita kembali
hidup sehat dan sopan dengan
kembali kepada adab dan akhlak
Islam, jauh dari sikap meniru-niru
gaya orang-orang yang tidak
mendapat hidayah Islam.
Sumber: Qiblati edisi 04 tahun II.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar